Surat Cinta Untuk Calon Suamiku

Calon suami yg kusayang..
 
Kuharap kamu dalam keadaan baik-baik saja.
Adahal yg ingin ku sampaikan melalui surat ini.
Hal-hal yg enggan aku katakan langsung padamu.
Hal-hal yg intinya hanya tentang aku... perempuan.
 
Dari kecil perempuan ini dirawat dan dijaga ayah ibu.
Tak seorang lelaki pun dibiarkan mendekatiku sampai aku pantas utk didekati.
Dan nasehat-nasehat itu tak pernah bosan meluncur dr mulut mereka.
 
Aku slalu ingat utk menjaga auratku..
Aku slalu ingat utk menjaga hatiku..
Aku slalu ingat utk tidak membiarkan lelaki berjalan berdua dgnku.
Aku slalu ingat utk menjaga tanganku dr genggaman lelaki.
Aku slalu ingat utk menjaga pipiku dr belaian lelaki.
Aku slalu ingat utk menjaga bibirku dr kecupan lelaki.
Aku slalu ingat utk menjaga seluruh tubuhku dari tipu daya lelaki.
Aku slalu ingat utk menjaga KEHORMATAN PEREMPUAN.
Aku slalu ingat.. Kecuali saat pertemuan itu.
 
Kelak saat engkau telah menjadi suamiku..
Aku tiada akan pernah merasa kebebasanku terpasung jika kelak engkau memerintahkanku untuk berhenti bekerja. Aku merasa bahwa perintahmu itu adalah karena engkau terlalu mencintaiku, sehingga engkau sama sekali tidak rela melihatku bekerja keras demi mencari kekayaan dunia.
 
Aku tiada akan pernah merasa kebebasanku terpenggal jika kelak engkau memaksaku menutup auratku atau bahkan memaksaku mengenakan cadar sekalipun. Aku merasa bahwa paksaanmu itu adalah karena engkau begitu mencemburuiku, sehingga engkau tidak akan pernah ikhlas jika lelaki lain memandangi tubuhku dengan tatapan nafsu.
 
Aku tiada akan pernah merasa kebebasanku terbelenggu jika kelak engkau tidak memperbolehkanku mempekerjakan pembantu dalam rumah tangga kita. Aku merasa laranganmu itu adalah karena engkau sangat menyayangiku, sehingga engkau tidak ingin aku menyesal dikemudian hari karena aku tidak bisa melihat anak-anak kita tumbuh dalam asuhanku.
 
Aku tiada akan pernah merasa kebebasanku terhalang jika kelak engkau melarangku untuk bebas keluar rumah tanpa seizinmu. Aku merasa aturanmu itu adalah karena engkau sangat merindukan dan mengkhawatirkanku, sehingga engkau akan merasa gelisah jika aku tidak berada dirumah?
 
Aku tiada akan pernah merasa kebebasanku terinjak-injak jika kelak engkau membatasi pergaulanku. Aku merasa perlakuanmu itu adalah karena engkau terlalu mengasihiku, sehingga engkau tidak ingin melihatku terjerumus ke dalam pergaulan bebas yang akan mengantarku memasuki pintu neraka.
 
Yaa,, aku akan sangat berterima kasih jika kelak engkau membatasi kebebasanku bukan karena ego-mu, tetapi karena engkau sangat memahami kewajiban dan tanggung jawab yang telah Allah berikan kepadamu sebagai seorang suami.
 
Duhai calon suamiku..  aku bukanlah robot yg tidak akan pernah merasakan letih, kelak bantulah aku dalam mengatur rumah tangga kita, jangan kau limpahkan semua urusan rumah tangga hanya padaku tanpa mau memperdulikan dan mengerti keletihanku.
 
Duhai calon suamiku... aku bukanlah mahkluk bisu tempat engkau memuaskan nafsumu, kelah janganlah engkau mencumbuiku dengan cara yang kasar dan dingin, cumbuilah akudengan lembut dan penuh kasih sayang. 

Duhai calon suamiku,, aku bukanlah patung tak berperasaan, kelak setialah padaku, sayangilah aku, danhormatilah aku layaknya ratu dalam hatimu.

Duhai calon suamiku.. sungguh yang kuharapkan hanyalah kebahagiannya dalam rumah tangga kita, yang kuinginkan adalah ridha dari dirimu, yang kudambakan hanyalah genggaman tanganmu yang akan membawaku ke surga dunia dan akhirat.
 
Untuk itu ajaklah aku untuk menyelami kehidupan yang paling berbahagia, marikita saling mengerti, memahami, dan mengasihi selayaknya dua insan yang raga dan jiwanya telah saling menyatu. Oh sungguh bahagianya aku jika memiliki suami yang akan mengajariku dengan cinta dan membimbingku dengan kasih. Subhanallah..

Duhai calon suamiku..  sebelumnya aku ingin berterima kasih padamu karena kelak engkaulah yang akan membawaku memasuki surga yang tiada akan pernah terbayangkan indahnya, engkaulah yang akan menuntunku mencapai Ridha Illahi, engkaulah yang akan menjagaku dalam mengarungi lautan hidup, engkaulah yang akan menjadi sandaran saat ragaku letih dan bersedih, engkaulah yang akan membantuku untuk menjadi seorang ibu yang paling berbahagia, engkaulah yang akan menemaniku disaat usiaku telah senja, dan engkaulah yang akan menjadi tempat untuk aku mencurahkan seluruh perasaan hatiku. Sungguh aku akan menjadi istri yg paling berbahagia jika memiliki suami yg menyayangi dan mencintaiku karena Allah dan semoga itu adalah dirimu.

Calon suamiku sekian surat cinta untukmu yang kutulis penuh dengan kasih dan harapan.
Semoga Allah selalu Meridhai dan Memberkahi rumah tangga kita nanti dengan kebahagiaan yg tiada akan pernah berakhir.  Amiin...


Wanita yang akan kau bawa ke Surga-Nya 



Cinta itu...

Karena Sejatinya...
CINTA itu tulus bukan egois...
CINTA itu harus berkorban bukan menuntut...
CINTA itu bersifat ikhlas bukan pamrih...
CINTA itu akan memberi bukan menerima...
CINTA itu berupa senyuman bukan tangisan...
CINTA itu memberi bahagia bukan kesedihan...
CINTA itu menghasilkan harapan bukan putus asa...
CINTA itu bersedia menunggu bukan ditunggu...
CINTA itu menghidupkan bukan mematikan...
CINTA itu suatu anugerah bukan musibah...

Untuk calon suamiku kelak..

Untuk calon suamiku kelak..

Aku tak tau bagaimana awal nanti kita bertemu
Aku juga tidak akan pernah tau kelak siapa dirimu
Aku tak pernah berhenti berdoa

Bila kelak Allah mempertemukan denganmu
untuk membawa aku ke tempat yang mulia
Bersisian dan berharap bisa membuatku bahagia

Menikah adalah suatu rencana
dalam mewujudkan cita
Agar mampu menjaga kemurnian dan kesucian cinta

Untuk menjadikan diriku lebih kuat saat ujian dan cobaan datang menerpa
Karena aku percaya akan ada seseorang yang Insya Allah mendampingi senantiasa

Yang kamu perlu tahu, aku adalah wanita biasa
Dan memerlukan dirimu yang mau menerimaku apa adanya

Kelebihan dan kekurangan pastilah aku punya :
Bukanlah manusia sempurna
Tapi, apakah kamu mau menerima?
Untuk mau berbagi banyak cerita..
kadang cerita tidaklah selalu indah dan membuat pipi merona
Kadang cerita tidaklah selalu membuat bahagia
Tapi, apakah kamu mau menerima?
untuk mau berbagi ilmu..

Aku yang masih bodoh, memerlukan banyak nasihat darimu
Aku yang belum pintar, membutuhkan bimbinganmu
Tapi, apakah kamu mau menerima?

Memberikan kepercayaan untuk mengasuh anak-anakmu hingga dewasa
Memberikan kepercayaan untuk mendampingi dirimu saat suka dan duka menyerta
Memberikan kepada wanita yang sedang berusaha
Insya Allah kita akan selalu belajar bersama

Dalam simpuh aku berdoa;
Untuk calon suamiku kelak

Ya Allah :

Jika jawaban itu masih menggantung di langit,
maka turunkanlah..
Jika jawaban itu masih di perut bumi,
maka keluarkanlah..
Jika jawaban itu masih jauh,
maka dekatkanlah..
Jika jawaban itu sulit ku raih,
maka mudahkanlah.


: ina dwiana kartaatmadja